hmmm

www.detik.com

tiap detik begitu berharga....

CARI TAHU DENGAN JARIMU...

Minggu, 25 Juli 2010


Rabu, 16 Desember 2009

my fish....

http://abowman.com/google-modules/fish/?edit=true

Jumat, 11 Desember 2009

EIFEL I'M IN LOVE








tunggu aku eifel hingga ku tapaki kau disana dan ku bawa serta bunga yang paling tepat tumbuh diatasmu...segera!

Duch kok gini sih....knp?

tiba-tiba....sluuurp...slup....duh idung kok meler gini sih, kepala pusing banget....dokterrrrrrrrrrrrrrrrr tolong dunk!! kemana sih nih dokter dipusdiklat ini....hilang?raib?kemana???

Pengennya minum obat mujarab yan bisa menghilangkan meler dihidung dan pusing kepala ku sekaligus obat yang mampu buat badan segar....sehat...dan banyak uang (loh..loh apa hubungannya?)
" KAN KALAU BISA !wekksssssss ".

Apalah daya obat diklinik gini pasti GENERIK...BAHKAN SUPER GENERIK....atau lebih tepatnya yang palinggggggggggg MURAH.. Bukan berarti murah tak 'mujarab'kan???tapi kedendrungan MURAH=TIDAK MUJARAB lebih sering TERNGIANG....ADA harga ADA rupa !!!

SETUJU ???

Siap Terima Tantangan dari BPK???

PENGUMUMAN LOMBA KARYA TULIS
JURNALISTIK DAN ILMIAH 2009
Dalam rangka pelaksanaan program Public Awareness BPK RI, BPK akan memberikan penghargaan terhadap para insan jurnalis dan pelajar dalam dua kategori lomba, yakni Lomba Karya Tulis Jurnalistik 2009 dan Lomba Karya Tulis Ilmiah untuk pelajar dan mahasiswa.
LOMBA KARYA TULIS JURNALISTIK
Penghargaan akan diberikan pada tiga kategori
• Pemberitaan (softnews atau in depth reporting atau features)
• Editorial
• Artikel Opini
Kriteria Penilaian
• Objektivitas dan keberimbangan
• Kedalaman dan kelengkapan
• Akurasi
• Cara penyampaian
Syarat dan Ketentuan Pengiriman
• Karya dikirimkan dalam amplop coklat dengan bagian kiri atas bertuliskan “LOMBA KARYA TULIS JURNALISTIK”, beserta kategori : “softnews/Feature” atau “editorial”
• Ditujukan kepada: BIRO HUMAS DAN LUAR NEGERI BPK, Gedung Baru Lt. 5, Jl Gatot Subroto No 31 Jakarta 10210 (paling lambat 31 Desember 2009)
• Di dalam amplop, peserta harap melampirkan foto kopi KTP (1 copy), kartu Pers (1 copy) dan copy guntingan artikel sebagai bukti artikel tersebut telah dimuat di media massa (1 copy)
• Karya yang dikirimkan harus pernah dimuat di media cetak dalam periode Januari 2009-Desember 2009
• Nama Pemenang akan diumumkan pada perayaan ulang tahun BPK RI ke 63 pada bulan Januari 2010

Hadiah

Editorial
Juara 1 : Rp. 7.500.000
Juara 2 : Rp. 5.000.000
Juara 3 : Rp. 3.500.000
Juara Harapan 1 : Rp. 2.500.000
Juara Harapan 2 : Rp. 1.500.000

Pemberitaan
Juara 1 : Rp. 5.000.000 & 1 laptop
Juara 2 : Rp. 3.500.000 & 1 kamera

Juara 3 : Rp. 2.500.000 & 1 tape recorder
Juara Harapan1-3 : Rp. 1.500.000


Artikel Opini
Juara 1 : Rp. 5.000.000
Juara 2 : Rp. 3.500.000
Juara 3 : Rp. 2.500.000
Juara Harapan 1-3 : Rp. 1.500.000

LOMBA KARYA TULIS ILMIAH
Tema
“Peran BPK Dalam Mendorong Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Negara”
Peserta
• Peserta adalah SMU/sederajat dan Mahasiswa
Karya Tulis Ilmiah
• Topik/judul dapat ditentukan sendiri namun tema harus sesuai dengan tema lomba
• Font : Times New Roman, 12 pt.
• Spasi 1,5
• Ukuran kertas A4
• Jumlah halaman : minimal 15 dan maksimal 35 halaman tidak termasuk halaman judul dan lampiran
• Batas pengetikan: samping kiri 4 cm, samping kanan 3 cm, batas atas dan bawah masing-masing 3 cm
• Penulis menjamin bahwa karya tulis ilmiah merupakan karya sendiri (bukan plagiasi) dan belum pernah dipublikasikan
• Panitia diberikan hak dan wewenang untuk mempublikasikan setiap karya tulis ilmiah peserta lomba dengan tetap mencantumkan nama penulisnya.
Kriteria penilaian
• Bahasa Indonesia yang baik dan benar
• Ketajaman Analisis
• Logika dan sistematika
• Orisinalitas
Syarat dan Ketentuan Pengiriman
• Karya dikirimkan dalam amplop coklat dengan bagian kiri atas bertuliskan “LOMBA KARYA TULIS ILMIAH”
• Karya dikirimkan 4 rangkap (copy)
• Ditujukan kepada: BIRO HUMAS DAN LUAR NEGERI BPK, Gedung Baru Lt. 5, Jl Gatot Subroto No 31 Jakarta 10210 (paling lambat 31 Desember 2009)
• Di dalam amplop, peserta harap melampirkan foto kopi kartu pelajar/kartu tanda mahasiswa (1 copy) dan surat pernyataan orisinalitas.
• Peserta melampirkan biodata lengkap dan nomor yang dapat dihubungi.
• Nama Pemenang akan diumumkan pada perayaan ulang tahun BPK RI ke 63 pada bulan Januari 2010
Hadiah

Kategori Mahasiswa
Juara 1 : Rp. 4.000.000
Juara 2 : Rp. 3.000.000
Juara 3 : Rp. 2.500.000
Kategori Pelajar SMU dan sederajat
Juara 1 : Rp. 3.000.000
Juara 2 : Rp. 2.000.000
Juara 3 : Rp. 1.500.000


Sekretaris Jenderal BPK RI



Drs. Dharma Bhakti, M.A.
NIP. 060049770

Kamis, 10 Desember 2009

Cinta

Semua pernah cerita tentang cinta….sebut saja ia C …biar lebih mudah dan lebih terdengar tidak familiar dari kata utuhnya. Apa yang ditoreh dan diregurnya ternyata tak sekedar …cerita…tapi juga luka…..yeah..luka dari pejuang cinta yang terkulai lemas saat tau bidadarinya…direnggut orang atau bahkan menolaknya mentah-mentah atau luka yang ditoreh sang pria di hati putri cinta karena diduakan atau ditinggal pergi…..cerita C memang panjang dan berliku tapi ingat takkan pernah berujung…..Seperti huruf demi huruf yang terangkai dengan sendirinya bercerita dan berlari-lari dilantai putih ini, semua berharap punya cerita C yang indah, seindah kisah C di roman dan banyak novel serta cerpen yang bertumpuk-tumpuk…..tapi kali ini beda…C yang kali ini aku ingin bagi lebih dalam lagi, lebih penuh tanya …..
???

Orang Batak Jadi Ketua BPK

Setiap orang yang bertemu dengannya akan langsung tahu dari mana asal pria yang satu ini. Batak. Logat yang khas terdengar jelas dari suaranya yang berat dan tegas sekalipun berbahasa Inggris.
Anwar Nasution, Mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) ini ditetapkan sebagai ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), setelah sempat terjadi tarik ulur antara DPR dan pemerintah. Presiden Megawati Soekarnoputri di hari terakhir masa jabatannya akhirnya menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 185 M Tahun 2004 tertanggal 19 Oktober 2004 mengangkat tujuh pimpinan BPK.
Diawal kepeminpinannya Anwar punya tekad bulat untuk membuat BPK lebih mandiri.
Anwar Nasution kepada wartawan mengatakan, Kemandirian itu bisa dimulai dengan penguatan undang-undang BPK yang saat ini dalam proses amandemen di DPR. Kemandirian BPK dimaksud termasuk kemandirian secara politis maupun anggaran.
Anwar juga berjanji akan tetap independen. Meski pernah menjadi pejabat di BI, dia bertekad BPK akan objektif jika menemukan penyelewengan di tubuh bank sentral tersebut.
Anwar dikenal sebagai ekonom yang sangat vokal. Sebelum menjadi Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia, ia sering mengkritik tajam pemerintah dan Bank Indonesia menyangkut kebijakan sektor ekonomi dan moneter. Salah satu kritiknya yang paling monumental ketika ia menyatakan: "Bank Indonesia itu sarang penyamun." Maka, saat diangkat masuk BI, banyak harapan dialamatkan ke pundaknya untuk membersihkan penyamun dari bank sentral itu. Masyarakat tahu, pria kelahiran Sipirok, Sumatera Utara 5 Agustus 1942, ini tidak sembarang melemparkan kritik terhadap bank sentral itu. Sebab sebagai seorang ekonom dan akademisi, ia diyakini punya alasan cukup kuat tentang pernyataan-pernyataannya. Doktor bidang ekonomi dari Tufts University, Massachusetts, USA 1982, itu mengatakan kritiknya tidak lepas dari tindakan BI sendiri.
Pria Batak berjiwa kebangsaan ini menghabiskan masa kecil di tanah kelahirannya Sipirok, Tapanuli Selatan. Di situ ia menamatkan SD dan SMP. Di SMP, ia meraih juara pertama. Lalu melanjut ke SMA Teladan, Medan. Di sini, ia menjadi "preman" --istilah di sana untuk anggota gank. Namun, sekolahnya tetap lancar.
Lalu, tak heran bila kemudian ia mendaftar di Fakultas Matematika & Ilmu Pasti Alam (FMIPA) Institut Teknologi Bandung (ITB), 1961. Baru setahun ia kuliah, seorang rekan se-SMA "menggodanya". Rekannya bilang, lowongan untuk sarjana matematika susah. Hal ini mendasarinya pindah ke fakultas ekonomi. Anwar pun mendaftar ke FE UI dan diterima. ITB pun ditinggalkan, lalu tinggal di asrama mahasiswa UI di Rawamangun. Ketika di asrama itu, ia memprakarsai nama asrama itu, Daksinapati, kata Sanskerta yang berarti "calon suami yang baik". Nama itu dipakai hingga kini. Pada 1968, setelah lulus dari FE UI, ia mengajar di almamaternya, sambil menjadi tenaga bantuan pada Dirjen Moneter Departemen Keuangan. Sejak 1975, ia menjadi peneliti pada Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat (LPEM) FE UI. Menurutnya, hal yang menarik sebagai peneliti adalah tidak adanya ikatan birokrasi.
Anwar adalah anak sulung dari enam bersaudara. Darah guru mengalir dalam tubuhnya. Kedua orangtuanya guru SMP. Hinga sekarang Anwar tetap aktif mengajar dan menjadi pembicara didalam dan luar negeri. Anwar memimpin BPK dengan sebuah landasan yang kuat INDEPENDENSI – INTEGRITAS - PROFESIONALISME